Bila tulisan bersuara ia akan selalu menampakkan suatu karakter tersendiri bagi sebuah nilai pada hasil karyanya Sob.
Da menulis merupakan suatu proses pembelajaran dalam bentuk suatu pengejawantahan pengetahuan apa yang akan kita sampaikan, berawal dari suatu kejadian sederhana dalam kehidupan kesehari-hari hingga, dalam pengetahuan.
Sebuah kritikan menjadi pemacu semangat kita untuk selalu dapat berkarya dan memilki sebuah karakter tersendiri. Jadi tetaplah tersenyum dalam mengapresiasikan setiap karakter yang beraksara dalam sebuah blog.
Saya kalau menulis, sering kali dihantui rasa takut tulisan saya jelek sehingga mendapat respon jelek pula dari pembaca blog saya. Jadinya kalau nulis sebuah postingan, lama banget. Padahal hasilnya ya tetap jelek juga. )
Tipsnya bagus mas. Tapi saya ada 1 tambahan lagi. Write with Passion. Tanpa passion, tulisan kita akan jadi hambar.
wah bahasa sulit nih, bentar buka google translate.
hhmmmm…. betul juga mas. Nice post
thanks.
Bila tulisan bersuara ia akan selalu menampakkan suatu karakter tersendiri bagi sebuah nilai pada hasil karyanya Sob.
Da menulis merupakan suatu proses pembelajaran dalam bentuk suatu pengejawantahan pengetahuan apa yang akan kita sampaikan, berawal dari suatu kejadian sederhana dalam kehidupan kesehari-hari hingga, dalam pengetahuan.
Sebuah kritikan menjadi pemacu semangat kita untuk selalu dapat berkarya dan memilki sebuah karakter tersendiri. Jadi tetaplah tersenyum dalam mengapresiasikan setiap karakter yang beraksara dalam sebuah blog.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
wah kata katanya berat nih. ide bagus, tetaplah tersenyum. thanks berat om.
klo nulis scra natural saja.
klo yg ini “Jangan lakukan pengeditan, sensor kata kata. Tulislah sebanyak yang kita bisa” kayaknya write is freedom
iya boss, bebas sesuai isi hati.. berani mempertanggungjawabkan semua…
Menulis bukan pekerjaan yang mudah, perlu banyak latihan2
setuju om.
saya menulis karena saya menganggap menulis itu seperti mengeluarkan isi pikiran kita setelah mengisinya dengan membaca
jadi butuh banget
wkwkwk, terlalu banyak baca keqnya emang bikin penuh..
Saya kalau menulis, sering kali dihantui rasa takut tulisan saya jelek sehingga mendapat respon jelek pula dari pembaca blog saya. Jadinya kalau nulis sebuah postingan, lama banget.
Padahal hasilnya ya tetap jelek juga.
)
wah… turut prihatin om..
nulis pake suara hati kah bang, mantap
pakai suara mulut, apa yang kita ucapkan, itu yang kita tulis. Kalo diucapkan secara verbal aja sulit, gimana mo dibaca pakai mata. hehehe
Hebat ya..bisa menulis dengan suara
Salam Persahabatan
http://www.disave.blogspot.com